Seminar Big Data Analytics for Money Laundering Detection
Mengingat pentingnya pemanfaatan Big Data dalam Memerangi Pencucian Uang, Pusdiklat APU PPT kembali hadir mengadakan Seminar dengan tajuk Using Big Data Analytics for Money Laundering Detection pada Kamis, 10 Februari 2022 lalu. Seminar yang dilakukan secara daring dan tatap muka dengan peserta kurang lebih 800 dari pihak pelapor, lembaga pengawas dan pengatur, aparat penegak hukum, dan internal PPATK ini diselenggarakan di Gedung Pusdiklat APU PPT, Depok.
Seminar dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bpk. Akhyar Effendi dan disusul oleh keynote speech dari Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bpk. Ivan Yustiavandana. Dalam pidatonya beliau mengatakan “Penggunaan teknologi digital oleh pelaku pencucian uang merupakan tantangan yang perlu disikapi segera oleh seluruh pihak, salah satunya adalah dengan menggunakan big data analytics. Big data analytics tidak hanya digunakan untuk pengungkapan suatu kejahatan namun juga dapat memprediksi suatu kejadian melalui pemrosesan data dalam volume besar, baik data linear maupun non-linear dari sumber yang berbeda-beda sehingga dapat mendeteksi anomali secara cepat”.
.jpeg)
Luasnya peluang untuk melakukan transaksi digital melalui berbagai sarana pembayaran elektronik telah menghasilkan ekosistem yang sangat kompleks dan semakin menyulitkan dalam mengidentifikasi maupun menelusuri transaksi keuangan mencurigakan, sehingga memicu tingginya volume data transaksi sehingga pemantauan pola transaksi mencurigakan akan sulit dideteksi jika hanya mengandalkan traditional tools. Untuk itu perlu kesamaan tujuan serta komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam Rezim APU PPT untuk berkolaborasi dan bersinergi, menciptakan sebuah basis data yang terangkai menjadi informasi berharga guna menghalau berbagai kejahatan ekonomi. Bagi PPATK dan penegak hukum, big data tools dapat digunakan untuk melakukan pemetaan dan visualisasi sehingga dapat menyediakan gambaran lebih utuh mengenai aliran dana illegal serta mengidentifikasi area geografi, industri, channel dan para pihak yang diduga terlibat suatu kejahatan.

Penyelenggaraan seminar ini sebagai bentuk peningkatan kapabilitas sumber daya manusia Rezim APU PPT di Indonesia, sekaligus bagian dari rangkaian Perayaan 20 Tahun PPATK berkarya mewujudkan Indonesia bersih tanpa pencucian uang dan pendanaan terorisme. Selain Seminar, dilakukan juga peresmian Learning Management System (LMS) Pusdiklat APUPPT sebagai platform pendidikan dan pelatihan secara virtual dan mandiri. Dalam seminar ini, Pusdiklat mengundang Gie Kian Siauw, Senior Vice President Development – Data Analytics di Blibli.com untuk membahas mengenai apa saja yang bisa kita dapatkan dari Big Data, kemudian ada Paku Utama, Founder dari PT. Wikrama Utama dengan topik ‘Pemanfaatan Big Data Analytics dalam Program APUPPT’, dan dari PPATK sendiri ada Beren Rukur Ginting selaku Koordinator Kelompok Substansi Analisis dan Pemeriksaan Sektor Korupsi Proaktif PPATK, yang akan membahas tentang ‘Big Data Analytics dalam Persepektif Analisis FIU’. (ANS)