Analisis kebutuhan pelatihan, upaya tingkatkan mutu pelatihan APUPPT

General News 09 Okt 2023 Administrator

Depok – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Pusdiklat APU PPT) melaksanaan rapat pembahasan analisis kebutuhan pelatihan. Pembahasan ini bertujuan untuk melakukan indentifikasi terkait kebutuhan pelatihan.

Kepala Pusdiklat APUPPT Akhyar Effendi mengatakan “Koordinasi terkait kebutuhan pelatihan sejauh ini telah dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan efektifitas pada rezim APUPPT” pada Jum’at (8/9/2023).

Analisis kebutuhan pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dari stakeholder PPATK sehingga pelatihan yang dilaksanakan tepat sasaran, sesuai kebutuhan dan dapat meningkatkan kompetensi dan kinerja individu sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Widyaiswara Ahli Madya, Dwi Rachmad Kurniawan mengatakan “terdapat 16 reklasifikasi pelatihan terdiri dari 4 target peserta yaitu; aparat penegak hukum, pihak pelapor, Lembaga pengawas dan pengatur serta pelatihan internal. Adapun nama pelatihan seperti; penanganan TPPU bagi penyidik, investigasi keuangan, pemulihan asset, tipologi TPPU, dan lain sebagainya”.

“Adapun usulan pelatihan baru untuk tahun 2024 seperti; Assesor FATF, APU PPT level manajerial (pihak pelapor), Penanganan TPPU level manajerial (Apgakum) dan pelaporan bagi LPP” ujarnya saat rapat analisis kebutuhan pelatihan.

Rencana pelatihan pada 2024 terdiri dari beberapa kelompok seperti; Aparatur Penegak Hukum (APGAKUM) terdapat 23 batch dan pelatihan untuk pihak pelapor, Lembaga Pengawas dan Pengatur terdapat 28 batch  serta  pelaksanaan seminar sebanyak 2 kali.

Kepala Pusdiklat APUPPT mengingatkan, pada pelatihan penelusuran dan pemulihan aset, harus ada persyaratan yang harus dipenuhi sebelum peserta mengambil pelatihan ini. Adapun persyaratannya, peserta sudah mengambil 3 pelatihan yang sebelumnya sudah didapatkan.

“Selain itu terkait dengan pelatihan yang diberikan kepada Apgakum jika diperlukan penambahan waktu, sebaiknya waktu pelatihan ditambah agar terjadi peningkatan kompetensi” ujar Akhyar Effendi.

-WKW-