Statistik Pelatihan APUPPT PPPSPM Triwulan I 2026 Pusdiklat APUPPT

General News 06 Apr 2026 Administrator

Depok-Pusat Pendidikan dan Pelatihan APU PPT (Pusdiklat APUPPT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan pelatihan pada Triwulan I Tahun 2026. Meskipun dalam periode Januari hingga Maret hanya terselenggara empat pelatihan, capaian yang dihasilkan tetap mencerminkan kualitas serta relevansi program yang terjaga. Hal ini menegaskan bahwa setiap pelatihan tidak sekadar berorientasi pada jumlah kegiatan, melainkan pada dampak nyata dan kebermanfaatannya bagi para peserta.

Salah satu fokus utama dalam pelatihan kali ini adalah sektor Pihak Pelapor, dengan total alumni mencapai 69 orang. Peserta didominasi oleh dua sektor strategis, yaitu pedagang logam mulia dan permata serta pegadaian. Dominasi sektor pedagang logam mulia mencerminkan meningkatnya kesadaran terhadap risiko tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme pada komoditas bernilai tinggi, sementara partisipasi sektor pegadaian menunjukkan komitmen dalam memperkuat implementasi program APU PPT di sektor pembiayaan. Melalui pelatihan tingkat lanjutan, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga didorong untuk mampu mengimplementasikannya dalam praktik operasional sehari-hari.

Dari sisi jangkauan, pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. DKI Jakarta masih mendominasi sebagai wilayah dengan jumlah peserta terbesar, namun keikutsertaan dari berbagai provinsi seperti Sulawesi Selatan, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, serta wilayah lainnya menunjukkan bahwa penguatan kapasitas telah menjangkau lebih luas. Keterlibatan peserta dari Vietnam juga menjadi bukti adanya kolaborasi internasional yang terus dibangun. Selain itu, pelatihan pada triwulan ini juga menyasar internal PPATK. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan penguatan kapasitas dilakukan secara menyeluruh, baik bagi pihak eksternal maupun internal organisasi.

Secara keseluruhan, pelaksanaan pelatihan pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah kegiatan tidak mengurangi nilai dan dampak yang dihasilkan. Fokus pada sektor Pihak Pelapor, khususnya pegadaian dan pedagang logam mulia, serta keterlibatan peserta lintas daerah hingga internasional dan internal PPATK, menjadi indikator penting dalam memperkuat rezim APU PPT secara komprehensif. Ke depan, Pusdiklat APUPPT diharapkan dapat terus memperluas jangkauan pelatihan serta memperkuat kolaborasi, guna menghadapi tantangan TPPU dan TPPT yang semakin dinamis dan kompleks. (nfn)