Mengenal Pelayanan Kesehatan di Pusdiklat APUPPT

General News 11 Jan 2024 Administrator

Depok – Penyediaan layanan kesehatan jadi salah satu fokus pelayanan publik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Pusdiklat APUPPT). Tidak hanya bagi peserta pelatihan, tetapi juga pengajar, pegawai hingga tamu yang datang dapat memanfaatkannya.

Di Pusdiklat APUPPT disediakan sebuah Unit Layanan Kesehatan dengan layanan prima dari seorang dokter dan perawat yang terdiri dari layanan pengobatan umum, tindakan khusus sederhana, tindakan darurat medik, serta pemeriksaan laboratorium sederhana.

Pengobatan umum berkaitan dengan keluhan umum yang dirasakan pasien, sementara tindakan khusus sederhana dilakukan bagi pasien yang memerlukan perawatan luka seperti mengganti perban pasca operasi atau luka tertentu yang tengah diderita pasien.

Selanjutnya tindakan darurat medik, yakni pelayanan kesehatan manakala terjadi kondisi darurat seperti jatuh, terkilir, tergores benda tajam, atau luka robek. Kondisi darurat dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, terlebih saat pelatihan berlangsung maupun saat bekerja.

“Kami siap stand by sesuai arahan pimpinan, termasuk bila ada kegiatan khusus yang berisiko menimbulkan kasus darurat medik seperti kegiatan pertandingan di Pusdiklat APUPPT. Kasus yang dapat terjadi pada kegiatan ini, yaitu cedera olahraga, dehidrasi, mual, muntah, pingsan, dan keluhan lainnya,” kata Dokter Ratiya Primanita.

Unit Layanan Kesehatan di Pusdiklat APUPPT juga melayani pemeriksaan darah sederhana berupa pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah, asam urat, dan trigliserida.

Lebih dari itu, layanan kesehatan yang dilakukan Dokter dan Perawat di Pusdiklat APUPPT juga terkait penyuluhan medik yang dilakukan setiap bulannya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi seluruh pegawai dan keluarga agar selalu menjaga kesehatan.

“Di luar itu kami juga ada pelayanan umum lainnya yaitu meletakkan beberapa kotak P3K yang kami kondisikan sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tentang standar isi kotak P3K di tempat kerja,” imbuh Dokter Ratiya.

Guna menunjang layanan kesehatan di Pusdiklat APUPPT, berbagai fasilitas disediakan antara lain bed pasien, meja instrumen, lampu tindakan, tabung oksigen, timbangan, tongkat bantu jalan, kursi roda, dan tentunya obat-obatan.

Tesnawan Kusumadhani yang bertugas sebagai perawat menyampaikan harapannya, khususnya bagi seluruh pegawai di Pusdiklat APUPPT. “Harapan saya untuk pegawai semoga dapat sehat selalu,” katanya.

Sementara itu, Dokter Ratiya berharap agar peserta pelatihan jangan sungkan berobat ke Unit Layanan Kesehatan Pusdiklat APUPPT kalau memang pada saat melakukan pendidikan merasa tidak sehat karena pelayanan yang diberikan bersifat gratis atau tidak berbayar. (Alf)