Menjaga Negeri dengan Kepedulian: ASN Pusdiklat APU PPT Berbagi di Bulan Ramadan

Berita Umum 16 Mar 2026 Administrator

Depok –Di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah yang penuh keberkahan, semangat bela negara diwujudkan dengan cara sederhana namun bermakna oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan  Terorisme (Pusdiklat APU PPT). Bukan dengan senjata, melainkan dengan kepedulian terhadap sesama.

Selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 11–13 Maret 2026, seluruh ASN Pusdiklat APU PPT turun langsung ke lingkungan sekitar kantor untuk berbagi dengan warga yang membutuhkan. Sebanyak 57 orang warga menerima paket sembako dan bantuan uang tunai.

Bantuan tersebut tidak sekadar diserahkan secara simbolis. Para ASN mendatangi rumah-rumah warga satu per satu. Dari pintu ke pintu, mereka melihat langsung kondisi tempat tinggal penerima bantuan, mendengar cerita hidup mereka, serta merasakan lebih dekat kesulitan yang dihadapi sebagian masyarakat—mulai dari warga lanjut usia, janda, hingga keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Rasa haru terlihat dari para penerima bantuan.
“Terima kasih atas bantuannya kepada PPATK, semoga diberikan kesehatan, rezekinya selalu lancar,” ujar Rizka, remaja yatim piatu yang tengah berjuang terhadap sakitnya.

Ucapan serupa juga disampaikan Cucun.
“Terima kasih kepada PPATK, semoga sehat dan berkah selalu semuanya, aamiin,” kata pria paruh baya itu dengan penuh syukur.

Selain warga sekitar, perhatian juga diberikan kepada anak-anak di Yayasan Nurul Huda Kebayunan. Sebanyak 70 anak yang tinggal di yayasan tersebut—mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas—menerima bantuan sebagai bentuk dukungan dan kasih sayang.

Penyerahan santunan kepada yayasan diawali dengan acara sederhana namun menyentuh. Para santriwati menampilkan sebuah pertunjukan yang mengundang haru seluruh orang. Di tengah suasana Ramadan, momen itu menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan.

Pimpinan Yayasan Nurul Huda, Kyai Haji Muhammad Yusuf, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia berharap kepedulian tersebut dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Bagi para ASN yang terlibat, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bela negara tidak selalu identik dengan mengangkat senjata. Menjadi peka terhadap lingkungan, hadir bagi mereka yang membutuhkan, serta membantu kelompok rentan juga merupakan wujud nyata menjaga bangsa.

Kepala Pusdiklat APU PPT, Akhyar Effendi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral lembaga kepada masyarakat.

“Pusdiklat berkomitmen, di samping melaksanakan tugas-tugas pelatihan sebagai kewajiban yang diserahkan negara, kita juga harus memberikan kemaslahatan kepada umat. Amar makruf nahi munkar, memberikan kemanfaatan kepada masyarakat di sekitar sesuai dengan lingkungan di mana kita berada,” ujarnya.

Ramadan yang dikenal sebagai bulan membersihkan diri dan memperkuat kepedulian sosial menjadi momentum yang tepat untuk berbagi. Di banyak rumah yang mereka datangi, bantuan sederhana itu menghadirkan kebahagiaan yang tulus.

Senyum para penerima bantuan terpancar, rasa syukur terucap, dan doa-doa mengalir bagi mereka yang datang membawa kepedulian. Dalam pertemuan-pertemuan singkat di depan pintu rumah itu, nilai bela negara terasa hidup—dalam bentuk kemanusiaan, kebersamaan, dan harapan. (ALF)