Pusdiklat APUPPT Adakan Bakti Donor Darah Bekerjasama dengan PMI Kota Depok

General News 26 Feb 2024 Administrator

Depok – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Pusdiklat APUPPT) adakan bakti donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok pada Senin, 26 Februari 2024. 

Donor darah diselenggarakan di lingkungan Pusdiklat APUPPT atas inisiasi yang sebelumnya dilakukan oleh Ikatan Pegawai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dengan PMI. Antusiasme kegiatan ini terbilang tinggi, baik dari kalangan pegawai internal maupun masyarakat sekitar dengan total relawan yang berhasil donor lebih dari 40 orang.

Salah satunya Widodo Hadiprayitno, Sekretaris Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos yang menyempatkan diri di tengah kesibukannya untuk menjadi pendonor darah. “Pertama untuk kesehatan dan juga untuk sedekah, membantu orang-orang yang membutuhkan. Darah yang sudah diambil entah dipakai atau tidak berdasarkan uji lab setidaknya darah sudah keluar,” ujarnya.

Widodo menyadari bahwa untuk mendapatkan donor darah dalam keadaan darurat mungkin saja tidak mudah sehingga Ia terus bersemangat melakukan amal ini secara rutin. Sejalan dengan tujuan itu, Iapun berusaha menjaga kesehatan dengan mengatur konsumsi makanan dan minumannya. 

Senada, Bagus Bambang Jatmika atau yang akrab dipanggil Bije dari staf Bagian Umum Pusdiklat APUPPT menyampaikan manfaat dari donor yang dilakukannya. Tubuhnya menjadi lebih sehat, ringan, dan napsu makan meningkat. 

Bije menceritakan pengalaman donornya yang sangat berharga. “Waktu itu teman sekantor butuh darah dan kebetulan kita di perantauan, langsung saja inisiatif. Saya gak tahu darah saya hari ini akan digunakan oleh siapa, kebetulan darah saya kan O jadi insyaalloh lebih bermanfaat untuk orang banyak,” terangnya. 

Tidak hanya Widodo dan Bije, Meyda Kamelia seorang pensiunan yang turut memberikan darahnya mengatakan “Saya sudah menjelang menopause, jadi dengan donor bisa regenerasi darah. Lagian waktu pertama kali donor rasanya di badan enak jadi ingin lagi.” 

Keberanian dan semangat Meyda untuk mendonorkan darah terinspirasi pula dari suaminya yang lebih dulu menjadi pendonor aktif, di mana saat ini sudah lebih dari 100 kali melakukan donor darah. 

Dari kegiatan donor darah ini kita dapat menyadari bahwa tindakan sederhana memiliki dampak yang besar untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Kita dapat menjadi pahlawan bagi orang lain melalui setetes darah yang diberikan dengan penuh rasa cinta dan kepedulian terhadap kehidupan. (Alf)