Kemuliaan Sifat Sabar
Depok – Sabar bukanlah suatu kelemahan. Sabar adalah sifat mulia dan utama sampai-sampai di dalam Al-Quran banyak disebutkan mengenai keutamaan, anjuran, dan ganjaran terhadap sifat ini. Salah satunya QS Al-Baqarah ayat 153 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk sabar terhadap tiga hal:
1. Sabar menghadapi musibah
Musibah yang terjadi terhadap diri seringkali tidak mudah dilalui, misalnya menderita sakit, terdampak bencana, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan harta, dan lain sebagainya. Saking sulitnya bisa saja melemahkan iman dan takwa terhadap Allah.
Namun kita harus mengingat kembali bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar dan bersama kesulitan ada kemudahan. Pasrah dan tawakal terhadap apa yang menimpa diri akan menghasilkan ganjaran yang sangat besar. Oleh karena itu, kita harus berpegang teguh kepada Allah Yang Maha Kuasa, serta tidak ada salahnya untuk meminta bantuan kepada orang lain jika dibutuhkan sebagai bagian dari ikhtiar.
2. Sabar dalam menjalani ketaatan
Ketekunan yang sesungguhnya memiliki pondasi sabar yang kuat dalam beribadah kepada Allah bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Maka dari itu istiqomah memiliki pahala yang teramat besar. Meskipun ibadah tersebut terlihat kecil dan sepele di mata manusia, namun lebih baik dibanding ibadah yang terlihat besar pahalanya tetapi hanya sekali dikerjakan.
Dalam menjalani ketaatan, sabar juga diperlukan saat menghadapi tantangan. Misalnya manakala menjalankan dakwah namun mendapatkan hinaan, cacian, dan keburukan lainnya. Contoh lain dalam hal sederhana yakni ketika kita menjalankan perintah solat juga harus diiringi dengan kesabaran untuk mengikuti imam meskipun bacaan ayatnya cukup panjang.
3. Sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan
Sabar yang paling tidak mudah adalah menahan diri dari kemaksiatan. Ini karena sesungguhnya kita menghadapi hawa nafsu diri sendiri. Tak heran jika ganjaran kesabaran ini paling tinggi pahalanya. Tantangan kesabaran tingkat ketiga ini terus terjadi baik dikala sendirian terlebih dalam pergaulan.
Sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan merupakan bentuk komitmen diri yang dapat membangun kebiasaan hidup yang baik dan memelihara kesucian jiwa.
Sobat #IFII, untuk menjaga sifat sabar tidaklah mudah sehingga kita perlu terus berusaha mempertahankannya. Mengikuti berbagai kajian dengan topik sabar, berkawan dengan orang-orang yang sabar, dan berusaha memahami isi Al-Quran dan hadis merupakan beberapa caranya. Semoga dimudahkan ya Sobat. (Alf)