FIC Namibia Kunjungi Pusdiklat APU PPT, Bahas Pengembangan Kapasitas dan Strategi Pelatihan

Berita Umum 02 Okt 2026 Administrator

Depok — Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Pusdiklat APU PPT) menerima kunjungan Financial Intelligence Centre (FIC) Namibia pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kunjungan tersebut menjadi wadah bagi kedua pihak untuk bertukar pengalaman mengenai penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kapasitas di bidang antipencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh perwakilan bidang teknologi informasi FIC Namibia serta perwakilan Pusdiklat APU PPT, Direktorat Strategi dan Kerja Sama Internasional, dan Pusat Teknologi dan Informasi PPATK. Dalam rangkaian kegiatan, delegasi mengikuti sesi penyambutan, presentasi dan diskusi, serta kunjungan di lingkungan Pusdiklat APUPPT.

Salah satu topik yang dibahas dalam sesi diskusi adalah pemilihan metode pelatihan berdasarkan tujuan pembelajaran. Pemilihan metode perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta, materi, serta cakupan peserta karena tidak terdapat satu metode yang sesuai untuk seluruh kebutuhan pelatihan.

Pelatihan tatap muka dapat digunakan untuk pembelajaran yang membutuhkan pengembangan kemampuan dan keterampilan peserta. Pertemuan secara langsung memberikan ruang bagi pelatih dan peserta untuk berinteraksi, berdiskusi, serta membangun jejaring antarpeserta. Namun, metode ini memiliki keterbatasan dalam menjangkau peserta yang tersebar di berbagai wilayah dan membutuhkan sumber daya yang lebih besar.

Sebagai alternatif, pembelajaran sinkron secara daring (virtual synchronous learning) memungkinkan pelatih dan peserta tetap berinteraksi secara langsung melalui media daring. Metode ini dapat menjangkau peserta dari berbagai wilayah tanpa mengharuskan mereka melakukan perjalanan ke lokasi pelatihan. Sementara itu, pembelajaran mandiri (self-directed learning atau e-learning) dapat digunakan untuk tujuan pembelajaran berupa peningkatan kesadaran dan pemahaman dasar. Melalui metode tersebut, peserta dapat mempelajari materi secara mandiri dengan fleksibilitas waktu dan tempat.

Pembahasan juga mencakup strategi pengelompokan peserta. Pelatihan dapat dirancang berdasarkan kesamaan topik, sektor industri, maupun karakteristik peserta. Pengelompokan tersebut dapat bersifat khusus untuk sektor tertentu maupun lintas institusi, bergantung pada materi dan tujuan pembelajaran. Sebagai contoh, pelatihan mengenai sektor perbankan dapat diikuti oleh peserta dari berbagai bank yang memiliki kesamaan sektor industri. Sementara itu, pelatihan mengenai aset virtual dapat melibatkan aparat penegak hukum dari berbagai instansi karena materi tersebut membutuhkan perspektif lintas institusi.

Pada topik tertentu, Pihak Pelapor, aparat penegak hukum, dan regulator juga dapat mengikuti pelatihan yang sama apabila materi yang disampaikan relevan bagi seluruh kelompok peserta. Dengan demikian, pengelompokan peserta mempertimbangkan kesesuaian antara topik, tujuan pembelajaran, dan kebutuhan kompetensi.

Selain metode dan segmentasi peserta, pengembangan pelatih menjadi bagian lain yang dibahas. Keterbatasan jumlah pelatih atau fasilitator internal menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pelatihan di Indonesian Financial Intelligence Institute (IFII). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pusdiklat APU PPT berkolaborasi dengan unit lain di PPATK serta bekerja sama dengan institusi eksternal. Melalui kolaborasi tersebut, pelatih dapat berasal dari institusi yang memiliki kompetensi sesuai dengan materi pelatihan. Untuk materi pemulihan aset (asset recovery), misalnya, pelatih dapat berasal dari institusi penegak hukum, seperti kepolisian atau kejaksaan.

Pengembangan pelatih internal juga dilakukan melalui program pelatihan bagi pelatih (Training of Trainers/ToT), khususnya bagi pegawai PPATK yang memiliki kompetensi dan berpotensi dikembangkan sebagai fasilitator. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas internal untuk mendukung penyelenggaraan pelatihan di IFII.

Kunjungan FIC Namibia ke Pusdiklat APU PPT menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk bertukar pengalaman mengenai strategi penyelenggaraan pelatihan. Kegiatan tersebut juga turut mendukung penguatan kerja sama antara PPATK dan FIC Namibia, termasuk dalam bidang pelatihan APUPPT dan PPPSPM. *TM