Ramadan Penuh Makna di Pusdiklat APU PPT: Dari Kajian hingga Aksi Nyata Berbagi
Depok, 19 Maret 2026 – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Pusdiklat APU PPT) memaknai Ramadan tahun ini melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial yang melibatkan pegawai serta masyarakat sekitar.
Tidak sekadar menjalankan ibadah secara personal, berbagai kegiatan yang diselenggarakan menghadirkan suasana kebersamaan, peningkatan spiritualitas, serta kepedulian sosial yang nyata.
Sejak pagi, semangat Ramadan hadir melalui kegiatan KARIMA (Kajian Ramadan Insyaallah Penuh Makna). Kajian khusus muslimah ini dilaksanakan rutin setiap Selasa hingga Jumat pagi dan diikuti oleh pegawai, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga penunjang. Dengan pemateri dari kalangan internal, KARIMA menjadi ruang berbagi ilmu yang hangat dan reflektif. Materi yang disampaikan beragam, mulai dari fikih, kisah inspiratif muslimah, hingga pengelolaan emosi dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki siang hari, kegiatan berlanjut melalui QOWAM (Qultum Optimalisasi Wawasan Islam) yang dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis selepas salat zuhur. Kegiatan ini menghadirkan kultum singkat dengan tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Para ASN muslim secara bergantian menjadi pengisi, menjadikan forum ini tidak hanya sebagai sarana dakwah, tetapi juga wadah untuk saling menginspirasi dalam menerapkan nilai-nilai Islam di lingkungan kerja.
Kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan Ramadan. Melalui program BIRAMA (Berbagi Iftar Ramadan), Pusdiklat APU PPT menyediakan sahur dan buka puasa bagi pegawai serta masyarakat sekitar. Kebersamaan terasa ketika makanan yang disajikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian.
Semangat berbagi juga diwujudkan melalui kegiatan SERAMBI (Semarak Ramadan Berbagi). Kegiatan ini diawali dengan pengumpulan barang layak pakai dari pegawai, seperti pakaian, perlengkapan sekolah, dan mainan anak. Barang tersebut kemudian diseleksi dan dijual kembali dengan harga terjangkau melalui bazar yang melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) PPATK serta partisipasi pegawai. Selain itu, tersedia pula program tebus murah sembako, makanan, dan sarung yang membantu masyarakat.
Seluruh hasil kegiatan SERAMBI kemudian disalurkan kembali melalui program PANTUN (Pusdiklat Santunan). Dana santunan berasal dari hasil bazar, infak donatur, serta sedekah yang dihimpun melalui kaleng amal di lingkungan kantor maupun transfer ke rekening kas Pusdiklat.
Santunan berupa paket sembako dan uang disalurkan secara door-to-door oleh Dharma Wanita Persatuan PPATK dan pegawai Pusdiklat APU PPT kepada 57 penerima di sekitar lingkungan Pusdiklat. Penyaluran ini menghadirkan sentuhan langsung yang mempererat hubungan antara institusi dan masyarakat.
Selain itu, santunan juga disalurkan ke Yayasan Nurul Huda Kebayunan. Sebanyak 70 anak, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, menerima bantuan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian.
Penyaluran santunan tersebut menjadi wujud nyata nilai bela negara yang dimaknai melalui kepedulian sosial dan semangat berbagi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan melalui tindakan besar, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam membantu sesama dan memperkuat ketahanan sosial di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan Ramadan ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian dan kebersamaan.
Dalam keheningan ibadah dan kebersamaan yang terjalin, Ramadan di Pusdiklat APU PPT meninggalkan jejak yang bermakna. (ALF)