Penutupan Joint Training Lanjutan Analisis TPPU dari Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika Pusdiklat APUPPT dan PPSDM BNN

Pelatihan 01 Mar 2024 Administrator

Depok – Joint training Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Pusdiklat APUPPT) dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Narkotika Nasional (PPSDM BNN) tahun 2024 resmi ditutup. Penutupan dihadiri langsung oleh Kepala PPATK, Kepala BNN, dan pejabat lainnya dari kedua instansi.

Joint training yang bertajuk “Pelatihan Teknis Lanjutan Analisis Tindak Pidana Pencucian Uang Hasil dari Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika” telah dilaksanakan sejak 20 Februari sampai hari ini 1 Maret 2024 dengan diikuti oleh 40 orang peserta. Adapun 6 peserta berasal dari Satuan Kerja Pusat BNN, 29 peserta dari BNN Provinsi, dan 5 peserta berasal dari unit kerja Direktorat Analisis dan Pemeriksaan PPATK.  

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam meningkatkan kapasitas analisis dan investigatif bagi Penyidik dan Analis BNN dan PPATK. Tidak kalah pentingnya dalam pelatihan ini adalah kami (Pusdiklat APUPPT) menambah porsi untuk studi kasus. Jadi sebagai kelanjutan pelatihan di tahun lalu, porsi dan kedalaman studi kasus kita tambah,” terang Akhyar Effendi, Kepala Pusdiklat APUPPT.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli yang berasal dari PPATK, BNN, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Bank Indonesia (BI), Ditjen Bea dan Cukai, Badan Pertanahan Nasional (BPN), BRI, dan beberapa asosiasi dari pihak pelapor.

Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom selaku Kepala BNN dalam sambutannya menyampaikan TPPU hasil dari Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika merupakan ancaman serius bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Penting bagi kita untuk terus memperkuat kompetensi dalam melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Pelatihan seperti ini merupakan langkah penting dalam upaya tersebut karena memungkinkan kita untuk saling bertukar pengalaman, belajar dari praktik, dan mengembangkan keterampilan analisis yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di lapangan,” ujarnya.

Sebagai sambutan pamungkas, Ivan Yustiavandana Kepala PPATK menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya untuk keterlibatan BNN dalam mewujudkan Indonesia menjadi anggota Financial Action Task Force (FATF). 

“Kunci sukses kita menjadi anggota FATF karena teman-teman BNN, PPATK, KPK, Polri, dan sebagainya melepaskan seragamnya menjadi Indonesia setelah 20 tahun berjuang menjadi anggota FATF,” pungkasnya. 

Di akhir acara dilaksanakan pula seremonial pemberian sertifikat kepada perwakilan dua peserta dari PPATK dan BNN, pelepasan atribut pelatihan, sekaligus penyerahan penghargaan untuk peserta dan kelompok terbaik oleh Kepala PPATK dan BNN. (Alf)