Pelatihan JF ATK Pertama Batch 2: Pusdiklat APU PPT Siapkan Analis Tangguh Hadapi Tantangan Global

Berita Umum 28 Okt 2025 Administrator

Depok – Dalam menghadapi tantangan kejahatan keuangan yang semakin kompleks, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Pusdiklat APU PPT) berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan PPATK. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pusdiklat APU PPT menyelenggarakan Pelatihan Pejabat Fungsional Analis Transaksi Keuangan (JF ATK) Ahli Pertama Batch 2.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar bagi para pejabat fungsional yang baru menduduki jabatan Analis Transaksi Keuangan Ahli Pertama. Kurikulum pelatihan mengacu pada Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menpan Nomor SKJ.2 Tahun 2024, dengan tujuan agar peserta mampu menjalankan perannya secara profesional, efektif, dan berintegritas tinggi dalam mendukung pelaksanaan tugas PPATK di bidang pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pendanaan Terorisme (TPPT), dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PSPM).

Pelatihan dilaksanakan secara blended learning, menggabungkan metode e-learning dan tatap muka dengan total durasi selama tujuh hari. Kegiatan berlangsung mulai 29 September hingga 22 Oktober 2025, yang meliputi pembelajaran mandiri secara daring, sesi tatap muka di kelas, penyusunan dan pengumpulan tugas akhir, serta presentasi hasil tugas sebagai bentuk evaluasi akhir pembelajaran. Melalui metode ini, peserta tidak hanya memperoleh fleksibilitas belajar, tetapi juga kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber berpengalaman, sehingga pemahaman terhadap materi menjadi lebih komprehensif dan aplikatif.

Bagi Pusdiklat APU PPT, pencapaian kompetensi ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya strategis dalam menjaga profesionalisme dan ketangguhan analis PPATK. Dengan penguasaan keterampilan analisis yang tajam dan kemampuan merespons risiko lintas negara secara cepat, para peserta pelatihan ini diharapkan dapat menjadi Analis Transaksi Keuangan yang adaptif, tangguh, dan siap menghadapi tantangan global. (wkw)