Transformasi Digital Penyelenggaraan Pelatihan di Masa Pandemi, Efektifkah?

Pelatihan 25 Jan 2022

Sudah lebih dari setahun bangsa Indonesia menghadapi Pandemi, terhitung sejak Presiden mengumumkan 2 orang yang terpapar Covid-19 pada 3 Maret 2020 yang lalu. Kondisi ini menuntut kita untuk terbiasa melakukan berbagai aktifitas tanpa harus terlalu sering kontak secara langsung dengan orang lain. Biasa dikenal dengan istilah physical distancing (menjaga jarak fisik dengan orang lain). Pasalnya, physical distancing merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk
menekan persebaran virus Corona yang saat ini sedang mewabah.

Penerapan physical distancing menyebabkan berbagai agenda tatap muka tidak dapat dilaksanakan karena dikhawatirkan akan terjadi kerumunan. Termasuk penyelenggaraan pelatihan yang dapat mengundang keramaian. Mau tidak mau penyelenggaraan pelatihan pun harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Salah satu cara yang dapat dipilih dan cukup efektif adalah melaksanakan pelatihan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning). Distance Learning memungkinkan para peserta dan pengajar mengikuti pelatihan dari tempatnya masing-masing.

Metode distance learning menuntut optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencapai tujuan pelatihan yang diharapkan. Dengan kata lain, penyelenggaraan pelatihan dituntut untuk bertransformasi secara digital. Pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka di ruang kelas, saat ini harus dilakukan secara virtual menggunakan aplikasi Video Conference. Bahan ajar yang biasanya dibagikan secara cetak, harus dibagikan dalam bentuk softcopy ataupun multimedia secara online melalu platform Learning Management System. Begitu pula dengan aktifitas lainnya, seperti proses registrasi dan pengisian daftar hadir semua harus dilaksanakan secara online.

Apakah proses transformasi digital ini efektif? Mari kita kaji bersama.

Tentu saja diawal penerapan distance learning banyak sekali kendala yang dihadapi, terutama kendala yang bersifat teknis seperti keterbatasan perangkat dan jaringan internet. Kendala selanjutnya adalah penyesuaian konsep pembelajaran tatap muka ke distance learning. Pusdiklat APUPPT saat itu harus melakukan banyak kajian dan benchmark ke lembaga penyelenggara pelatihan lain dan para ahli untuk memantapkan penyesuaian konsep pembalajaran ini. Lambat laun kami terus melakukan penyempurnaan, baik dalam hal dukungan teknis maupun konsep pembelajarannya melalui proses evaluasi yang terus menerus dilakukan hingga saat ini.

Tercatat dari 30 program pelatihan yang terselenggara di Tahun 2020, 23 batch diantaranya dilaksanakan dengan metode distance learning. Total jumlah peserta yang mengikuti pelatihan pada tahun 2020 sebanyak 928 orang, jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2019) yang hanya berjumlah 740 orang. Berdasarkan data evaluasi Bidang Program dan Evaluasi Pusdiklat APUPPT dapat diketahui bahwa nilai indeks tingkat kepuasan peserta pelatihan di masa pandemi adalah 4,26 (skala 1 – 5) yang berarti masih sangat baik, tidak jauh berbeda dengan pelatihan di tahun sebelumnya. Pengelola tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik walaupun dengan menerapkan metode distance learning.

Namun, pada tingkat pemahaman peserta yang diukur melalui hasil post test terlihat bahwa terjadi penurunan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 tingkat pemahaman rata-rata peserta berada pada kriteria “Sangat Baik”. Di tahun 2020 tingkat pemahaman peserta berada pada kriteria “Baik” dengan level indeks 3,63. Hal ini tentunya tidak terlepas dari adanya kendala yang dihadapi baik oleh penyelenggara maupun peserta pelatihan selama proses pembelajaran.

Adapun kendala yang sering ditemui peserta saat mengikuti pelatihan dengan metode distance learning diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Peserta kurang fokus saat mengikuti pelatihan dikarenakan harus diikuti dari rumah ataupun dari kantor masing-masing. Jika peserta mengikuti dari rumah sering terganggu oleh aktifitas keluarga di rumah, namun jika peserta mengikuti pelatihan dari kantor mereka juga diminta untuk sambil mengerjakan tugas kantornya.
  2. Terkendala gangguan teknis baik karena perangkat / device maupun jaringan internet.
  3. Beberapa peserta masih ada yang belum terbiasa dengan pola pembelajaran jarak jauh.
  4. Pada materi yang bersifat praktek, peserta kesulitan untuk mengikuti demonstrasi yang disampaikan oleh pengajar;
  5. Kelelahan fisik karena terlalu lama di depan

Kendala juga muncul dari pihak penyelenggara pelatihan, seperti: gangguan teknis; minimnya interaktifitas pembelajaran karena masih perlu penyesuaian pola pembelajaran; dan kesulitan mengontrol serta memastikan peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan pelatihan.

Dibalik adanya beberapa kendala yang dihadapi tersebut, terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh selama menerapkan metode pembelajaran distance learning ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tidak terkendala ruang dan waktu;
  2. Menghemat anggaran seperti biaya pelayanan selama di Pusdiklat APUPPT dan biaya transportasi peserta dan pengajar pelatihan;
  3. Dapat menjangkau peserta secara lebih luas dimanapun berada;
  4. Memberikan kemudah bagi peserta pelatihan karena dapat mengakses bahan ajar dimanapun dan kapanpun.

Di satu sisi, adanya paksaan untuk segera melakukan digitalisasi pada proses pelatihan mendorong kita untuk terus berinovasi lebih baik dan lebih cepat. Terutama dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi. Namun, proses digitalisasi tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran pembelajaran tatap muka di ruangan kelas. Pada materi-materi khusus masih tetap membutuhkan interaktifitas yang intensif antara pengajar dan peserta pelatihan. Transformasi digital di bidang pelatihan seharusnya dapat mendukung proses pembelajaran baik secara tatap muka maupun distance learning.

Kita semua tentunya berharap agar pandemi ini segera berakhir, sehingga dapat kembali mengikuti pelatihan baik secara tatap muka maupun distance learning dengan kondisi yang lebih baik. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin.