Tingkatkan Kompetensi Pegawai, Pusdiklat APUPPT Laksanakan Training Terkait Pengembangan Instrumen Penilaian dan Evaluasi Dampak Pelatihan

Berita Umum 01 Feb 2024 Administrator

Depok – Tingkatkan kompetensi pegawai, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Pusdiklat APUPPT) laksanakan In House Training (IHT) terkait Pengembangan Instrumen Penilaian dan Konsep Evaluasi Dampak Pelatihan pada Rabu (31/01/2024).

Melalui training ini diharapkan pegawai mampu meningkatkan kualitas mereka dalam melaksanakan evaluasi pelatihan dalam rangka mengukur keberhasilan dan efektivitas program pelatihan yang telah diselenggarakan oleh Pusdiklat APUPPT. 

Training dibagi menjadi dua sesi dengan menghadirkan dua pembicara yang kompeten di bidangnya. Sesi pertama, Achmad Ridwan menjelaskan topik Pengembangan dan Analisis Tes. Salah satu poin penting yang disampaikan terkait pentingnya penyusunan tujuan yang hendak diraih untuk masing-masing Diklat. 

“Tujuan pembelajaran saat ini dikenal sebagai Capaian Pembelajaran (CP) yang dimiliki oleh program secara keseluruhan. Ada pula yang namanya Capaian Pembelajaran Mata Ajar (CPMA), bagian-bagian tertentu dari Capaian Pembelajaran,” terangnya. 

Lanjutnya menjelaskan, dalam penyusunan CPMA harus mengandung 3 (tiga) hal, yakni kata kerja untuk menentukan tingkat kognitif, psikomotor, dan afeksi mana yang disasar; kata benda yang terdiri dari keterampilan (psikomotor) untuk mengukur performance dan pengetahuan (kognitif) untuk mengukur dasar dia melakukan sesuatu; dan yang ketiga cakupan dan konteks (scope and context). 

Pembicara kedua Dasril Guntara menjelaskan mengenai evaluasi dampak pelatihan. Disampaikannya, evaluasi biasanya dilakukan dengan mengukur perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah pelatihan, serta membandingkannya dengan tujuan pelatihan yang telah ditetapkan. 

“Kalau kita bicara evaluasi ingatlah 5 (lima) hal, yang pertama relevansi, kemudian efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Berkaitan dengan dampak pelatihan, menurut Dasril dampak hanya bisa diukur apabila desain perencanaan kegiatan memiliki logika dampak (impact logic) yang dapat dipetakan menggunakan Logical Framework Analysis (LFA) atau sering disebut Logframe. 


“Logframe adalah alat untuk membantu memperkuat desain program/apelatihan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ini berarti bahwa logframe digunakan sepanjang siklus pelatihan sebagai sebuah pedoman untuk mencapai hasil perubahan yang diinginkan,” tegasnya.

Dari paparan kedua pembicara, seluruh peserta diharapkan mampu menyerap dan mengimplementasikan materi yang telah diberikan sehingga penyelenggaraan pelatihan ke depan lebih berdampak positif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU dan TPPT.