Variasi Metode Pelatihan Pusdiklat APU PPT
Depok--Sobat #IFII, terdapat 4 macam metode pelatihan yang diadakan oleh Pusdiklat APU PPT sebagai bentuk peningkatan pengetahuan stakeholder dalam upaya pencegahan TPPU, TPPT, dan PPSPM. variase metode pelatihan tersebut sebagai berikut:
1. Pelatihan mandiri/ self-paced learning adalah metode di mana peserta belajar secara mandiri tanpa interaksi langsung dengan pengajar maupun peserta lain. Peserta dapat belajar kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Dengan sistem pembelajaran yang mudah, materi pelatihan berupa audio visual atau elearning dapat diakses secara online kapan saja dan di mana saja. Selain itu, pelatihan mandiri mendorong peserta untuk menjadi proaktif dalam mencari informasi dan menyelesaikan tugas.
2. Pelatihan online/Pelatihan jarak jauh (PJJ) adalah metode pelatihan dimana terdapat proses tatap muka secara daring dengan menggunakan platform online meeting seeprti zoom, MS teams, Webex, dan semacamnya. Pelatihan ini sepenuhnya diikuti melalui platform online tanpa perlu menghadiri sesi tatap muka secara fisik. Peserta tetap dapat berinteraksi dengan narasumber dan peserta lain melalui forum diskusi atau sesi tanya jawab online menggunakan media yang disediakan. Dengan metode ini pelatihan bisa menjangkau peserta yang lebih luas dariseluruh Indonesia.
3. Pelatihan tatap muka (klasikal) merupakan metode pelatihan yang melibatkan interaksi langsung antara narasumber dan/ fasilitator dengan peserta di ruang kelas. Peserta dapat berinteraksi langsung dengan narasumber dan/ fasilitator dan peserta lain, sehingga memudahkan diskusi dan tanya jawab secara real-time.
4. Pelatihan blended menggabungkan metode pembelajaran mandiri dengan metode online atau tatap muka (klasikal). Dalam metode ini sebelum mengikuti peatihan secara tatap muka klasikal atau online, peserta diminta untuk belajar mandiri menggunakan elearning. Setelah peserta menyelesaikan elearning maka peserta mengikuti pelatihan secara tatap muka baik yang dilakukan secara online maupun tatap muka klasikal di kelas. Dengan pelatihan blended diharapkan pesera sudah mendapatkan pembelajaran awal sehingga pada saat sesi pelatihan tatap muka peserta bisa langsung memperdalam yang sudah dipelajari pada sesi belajar mandiri.
Nah Sobat, setiap metode pelatihan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing bagi peserta. Pemilihan metode yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Jadi, sudah tau kah kamu metode pelatihan apa yang paling cocok untuk kamu? (nfn)